SRAGEN – Semangat ibu-ibu PKK Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, terpancar jelas saat mengikuti kegiatan "ECO-TOGA" pada Senin (19/01/2026). Bertempat di Balai Desa Kadipiro, sebanyak 30 peserta berkumpul sejak pukul 13.00 WIB untuk belajar mengolah limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna. Program kerja ini diinisiasi oleh Berlian Anargya Yunizal, mahasiswa S-1 Biologi angkatan 2022 dari kelompok KKN UNS 133, yang ingin mengajak warga menciptakan lingkungan asri sekaligus sehat dengan cara yang sederhana dan murah meriah.
Dalam kegiatan ini, sampah botol plastik yang biasanya menumpuk diubah menjadi pot tanaman unik dengan hiasan klobot jagung kering. Lapisan kulit jagung ini memberikan kesan alami dan estetik, sehingga pot dari botol bekas tersebut tampak cantik dipajang di halaman rumah. Berlian memberikan panduan langsung mengenai teknik pengeleman dan penataan klobot agar tahan lama. Inovasi ini membuktikan bahwa limbah rumah tangga dan sisa hasil pertanian bisa disulap menjadi kerajinan yang mendukung konsep ramah lingkungan.
Tak hanya soal estetika, acara inti dilanjutkan dengan penanaman bibit jahe dan kunyit di dalam pot-pot kreatif tersebut. Pemilihan jahe dan kunyit bukan tanpa alasan; kedua tanaman obat ini sangat mudah dirawat dan memiliki manfaat besar sebagai "apotek hidup" untuk kesehatan keluarga. Dengan selesainya acara ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Kadipiro dapat menularkan ilmu tersebut kepada tetangga sekitar, sehingga setiap rumah memiliki sumber tanaman herbal sendiri yang tertata rapi dalam pot-pot daur ulang yang indah.