SRAGEN – Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Merapah Sambirejo Periode II Tahun 2026 melaksanakan program penguatan sektor pertanian di Greenhouse Desa Kadipiro melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) serta inovasi pengolahan hasil panen melon. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus memberikan nilai tambah terhadap komoditas unggulan desa. Sebagai tahap awal, mahasiswa mengembangkan prototipe sistem pemantauan kondisi greenhouse berbasis ESP32 yang difokuskan pada pemantauan kelembapan media tanam secara real time. Data yang diperoleh dari sensor kelembapan menjadi acuan dalam menjaga kondisi tanaman agar tetap optimal selama masa pertumbuhan.
Pengembangan tersebut kemudian diimplementasikan melalui pemasangan sistem monitoring sederhana yang terintegrasi dengan sistem penyiraman otomatis menggunakan ESP32 dan Solid State Relay (SSR) 10A. Ketika tingkat kelembapan berada di bawah batas yang telah ditentukan, sistem akan mengaktifkan pompa penyiraman secara otomatis sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi secara lebih efisien tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penyiraman manual. Selain menghadirkan inovasi di bidang budidaya, mahasiswa KKN-PPM UGM juga memperkenalkan diversifikasi produk pascapanen melon melalui pelatihan pengolahan menjadi sirup dan permen kenyal. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil panen sekaligus membuka peluang pengembangan produk olahan lokal yang memiliki daya saing dan potensi ekonomi bagi masyarakat.
Melalui penerapan teknologi tepat guna dan inovasi pengolahan hasil pertanian, mahasiswa KKN-PPM UGM Merapah Sambirejo Periode II Tahun 2026 berharap Greenhouse Desa Kadipiro dapat berkembang menjadi sentra budidaya melon yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan pengembangan produk unggulan desa.