SRAGEN – Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Merapah Sambirejo Periode II Tahun 2026 menyelenggarakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna sekaligus memiliki potensi ekonomi. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan minyak jelantah agar aman digunakan sebagai bahan baku lilin aromaterapi. Minyak jelantah yang telah disaring kemudian dimurnikan menggunakan arang aktif untuk membantu mengurangi warna dan bau yang masih tersisa. Selanjutnya, minyak diolah bersama bahan-bahan lain, seperti soywax, maizena, dan essence aroma hingga menghasilkan lilin dengan tekstur yang baik dan aroma yang menyenangkan.
Peserta juga memperoleh pendampingan secara langsung selama proses pembuatan, mulai dari pemasangan sumbu lilin menggunakan stiker perekat, penempatan tusuk gigi sebagai penyangga sumbu, hingga proses pencetakan dan pendinginan lilin. Pendampingan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mempraktikkan kembali proses pembuatan lilin secara mandiri di rumah. Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Minyak jelantah yang selama ini sering dibuang begitu saja dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai tambah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PPM UGM Merapah Sambirejo Periode II Tahun 2026 berharap masyarakat Desa Kadipiro semakin terdorong untuk menerapkan prinsip pengelolaan limbah yang berkelanjutan serta mengembangkan produk kreatif berbasis potensi rumah tangga yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi maupun peluang usaha.